Ket, Foto: Ketua DPW FRIC Jambi, H. Dody Chandra (kanan). Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palguna.
JAMBI – Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center (DPW - FRIC) Provinsi Jambi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ditresnarkoba Polda Jambi atas pengungkapan kasus narkotika jaringan antarprovinsi. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata kerja keras Polri dalam melindungi masyarakat.
Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi, H. Dody Chandra, mengungkapkan kebanggaannya atas kinerja Dirresnarkoba Polda Jambi dan tim. Pada 11 Mei 2026, Ditresnarkoba berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar. “Ini bukan kerja biasa. 20 kg sabu, 20.241 butir ekstasi, dan 4,34 liter etomidate berhasil disita dari 4 tersangka. Nilai barang bukti ditaksir Rp26 miliar,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Dody, pengungkapan ini menyelamatkan sekitar 125 ribu jiwa dari bahaya narkoba. Ia menyebut, keberhasilan tersebut layak diapresiasi setinggi-tingginya. “Kami bangga. Ini bukti Ditresnarkoba Polda Jambi serius memberantas narkoba sampai ke akar,” tegasnya.
Apresiasi juga diberikan FRIC atas program pencegahan yang dijalankan Ditresnarkoba. Sosialisasi bahaya narkoba yang menyasar pelajar hingga mahasiswa dinilai efektif membangun kesadaran sejak dini. “Selain penindakan, pencegahan lewat edukasi itu kunci. FRIC sangat mengapresiasi program ‘Agent of Change’ yang dijalankan,” kata Dody.
FRIC menyatakan siap bersinergi penuh dengan Polda Jambi untuk memutus rantai peredaran narkoba. Setiap kinerja terbaik Polri, khususnya Polda Jambi, akan diteruskan langsung ke Kapolri dan para Jenderal di Mabes Polri. “FRIC akan terus kawal dan sebarkan berita positif kinerja Polri. Jambi harus bersih dari narkoba,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palguna menyampaikan terima kasih atas dukungan FRIC dan masyarakat. Ia mengajak semua pihak menjadi “Agent of Change” dalam perang melawan narkoba. “Laporkan jika melihat penyalahgunaan narkoba melalui Call Center Polri 110. Jadilah agen perubahan untuk menyelamatkan generasi,” ajaknya.
Kombes Pol. Dewa juga membagikan cara tegas menolak narkoba dengan prinsip sederhana: “Maaf, saya tidak tertarik. Alihkan topik dengan olahraga, main musik, dan kegiatan positif. Tinggalkan lingkungan toxic.” Ia menutup dengan seruan, “Jambi bebas dari bahaya narkoba dimulai dari diri kita. Berani berkata, Tolak Narkoba!”
(H. Dody)