Notification

×

IMPAS Dorong Dana Otsus Aceh Permanen, Revisi UUPA Dinilai Penentu Masa Depan Aceh

Jumat, 08 Mei 2026 | 09.13 WIB Last Updated 2026-05-08T02:13:58Z
GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh (IMPAS) melakukan audiensi dengan Tim Ahli Badan Legislasi (Baleg) DPR RI guna menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), Selasa (05/05/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komitmen mahasiswa Aceh dalam mengawal arah pembangunan dan keberlanjutan kekhususan Aceh di masa mendatang.
Ketua Umum IMPAS, Agussalim, mengatakan agenda silaturahmi dan audiensi itu merupakan bentuk perhatian sekaligus dukungan mahasiswa Aceh terhadap proses pembahasan revisi UUPA yang sedang berlangsung di DPR RI.

“Kami ingin memastikan revisi UUPA benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan Aceh dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Agussalim

Dalam audiensi tersebut, IMPAS menyampaikan sejumlah aspirasi penting terkait masa depan Aceh, terutama mengenai usulan perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) secara permanen serta dukungan peningkatan alokasi Otsus menjadi 2,5 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional.

Menurut IMPAS, usulan tersebut dinilai sangat mendesak mengingat Aceh masih membutuhkan dukungan fiskal untuk memperkuat pemulihan ekonomi pascabencana dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, IMPAS juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola Dana Otsus agar lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata.

“Kami memandang perlu adanya penguatan pengawasan dan perbaikan pengelolaan anggaran agar Dana Otsus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambah Agussalim.

Tidak hanya membahas aspek fiskal, IMPAS turut mendorong penguatan berbagai aspek keistimewaan Aceh dalam revisi UUPA, termasuk sektor budaya, adat istiadat, serta sejarah peradaban Aceh.

Salah satu usulan yang disampaikan yakni terkait pengakuan dan peran keturunan Kesultanan Aceh dalam pemerintahan, kebudayaan, dan penguatan identitas keacehan.

Menurut IMPAS, penguatan tersebut penting guna menjaga kesinambungan sejarah dan peradaban Aceh sebagai daerah yang pernah menjadi poros maritim dunia pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda.
“Keistimewaan Aceh tidak hanya bertumpu pada kewenangan administratif, tetapi juga harus memperkuat identitas sejarah dan budaya Aceh,” jelasnya.

Dalam diskusi itu, IMPAS juga membahas persoalan lambang dan bendera Aceh yang hingga kini dinilai belum menemukan titik temu sebagaimana yang pernah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Baleg DPR RI sebelumnya.

Audiensi tersebut diakhiri dengan penyerahan berkas rekomendasi revisi UUPA kepada Tim Tenaga Ahli Baleg DPR RI yang diterima langsung oleh Sabari Barus beserta jajaran di Gedung DPR RI.

IMPAS berharap rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses revisi UUPA agar mampu memberikan perubahan signifikan bagi pembangunan Aceh ke depan.

“Kami juga mendapatkan masukan agar sejumlah usulan tambahan diperkuat dengan kajian akademis sehingga lebih terukur. Harapannya revisi UUPA nantinya benar-benar mampu mendorong peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Aceh,” tutup Agussalim.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update