Notification

×

MDMC Perkuat Kapasitas Fasilitator EMT Melalui Training of Fasilitator Berstandar Internasional

Senin, 11 Mei 2026 | 15.28 WIB Last Updated 2026-05-11T08:28:36Z


 

GEMARNEWS.COM, YOGYAKARTA -  Indonesia sebagai negara dengan risiko bencana tinggi membutuhkan sistem respons kesehatan darurat yang terstandar dan terkoordinasi. Dalam konteks tersebut, Emergency Medical Team (EMT) menjadi elemen kunci untuk memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan saat krisis, sejalan dengan standar World Health Organization melalui inisiatif EMT global. (9/5/2026)


Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus mengembangkan sistem EMT yang profesional dan berkelanjutan. Setelah menjalani proses verifikasi EMT pada tahun 2025 sebagai bagian dari penyelarasan dengan standar internasional, MDMC kini berfokus pada penguatan kapasitas fasilitator melalui kegiatan Training of Fasilitator (TOF) Pelatihan EMT Internasional yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pelatihan EMT sesuai standar WHO. Selain itu, pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap struktur EMT global, penerapan prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi), serta kemampuan fasilitasi dalam diskusi, simulasi, dan evaluasi berbasis kompetensi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop luring yang menggabungkan sesi teori, praktik, simulasi, hingga micro-teaching dan evaluasi pembelajaran, dengan melibatkan 35 peserta dari tingkat nasional dan internasional.


Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan TOF ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lapisan kedua EMT Muhammadiyah. “Setelah EMT Muhammadiyah mendapatkan sertifikasi dari WHO, muncul pertanyaan besar tentang langkah selanjutnya. Kegiatan ini menjadi jawaban untuk menyiapkan kader dan fasilitator baru agar kapasitas EMT terus berkembang,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa penguatan EMT tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada tata kelola organisasi dan kolaborasi yang solid. “Kita memiliki banyak potensi dalam Persyarikatan, namun harus dikelola dengan baik. Melalui sistem seperti Poskornas, Poskorwil, dan Poskorda, kita berupaya memastikan respons yang terkoordinasi dalam skala besar,” jelasnya.


Dalam sambutan lainnya, disampaikan bahwa penguatan EMT tidak semata-mata berorientasi pada sertifikasi, tetapi pada kebermanfaatan nyata di lapangan. Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan fasilitator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen dalam mentransfer pengetahuan dan memperkuat sistem kesiapsiagaan di berbagai daerah.


Dalam konteks nasional, penguatan EMT juga menjadi kebutuhan strategis, seiring dengan rencana pengembangan EMT di berbagai wilayah. Setiap daerah diharapkan memiliki minimal satu tim EMT yang terverifikasi, sehingga membutuhkan dukungan fasilitator yang kompeten dalam jumlah memadai. Oleh karena itu, kegiatan TOF ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kapasitas EMT secara masif di Indonesia.


Selain aspek pelatihan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesiapan berkelanjutan melalui latihan rutin. Kesiapsiagaan tidak hanya dibangun saat bencana terjadi, tetapi melalui proses pembelajaran, simulasi, dan penguatan kapasitas secara terus-menerus.


Melalui kegiatan ini, MDMC berharap dapat memperkuat sistem EMT Muhammadiyah yang tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan nasional. Penguatan fasilitator diharapkan mampu menjaga kualitas pelatihan, memperluas jangkauan kapasitas EMT, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.(*)


Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update