GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH – Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh (AMMPA) menjadi momentum bersejarah bagi penguatan peran generasi muda dalam pembangunan Aceh. Acara yang berlangsung di Plenary Hall Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Banda Aceh, Senin (22/6/2026).
tidak hanya menandai lahirnya kepengurusan baru organisasi kepemudaan tersebut, tetapi juga membuka babak baru kerja sama internasional dengan hadirnya delegasi dari Spanyol dan Malaysia.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA) sekaligus Pembina AMMPA, Prof Adjunct Dr. Marniati, M.Kes. Dalam prosesi tersebut, Zulfata SUD, M.Ag resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP AMMPA untuk memimpin organisasi yang digadang-gadang menjadi wadah pembinaan calon pemimpin masa depan Aceh.
Mengusung tema “Mengokohkan Pemuda Berilmu, Beradab, dan Bijaksana sebagai Pionir Perjuangan Aceh”, kegiatan ini dihadiri berbagai kalangan mulai dari unsur pemerintah, akademisi, tokoh olahraga, organisasi kepemudaan, hingga mitra internasional.
Sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran dua delegasi internasional yang diundang langsung oleh Prof Marniati. Dari Spanyol hadir CEO Spain International Sport (SIS), Josele Gonzalez, bersama Direktur SIS Victor de Arce. Sementara dari Malaysia hadir perwakilan Yayasan Bonda Salmah, M. Syazwan bin Salehuddin dan M. Nur Iman Shazwan bin Subri.
Kehadiran tamu internasional tersebut menjadi simbol semakin terbukanya peluang kolaborasi global bagi generasi muda Aceh, khususnya di bidang pendidikan, olahraga, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh Reza Kamilin, perwakilan KONI Aceh T. Feriansyah, perwakilan Kesbangpol Aceh Safiraniza, jajaran pengurus PPA, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.
Dalam sambutannya, Prof Marniati menegaskan bahwa pelantikan DPP AMMPA bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan momentum lahirnya kekuatan baru yang akan menjadi motor perubahan bagi Aceh di masa depan.
“Hari ini bukan hanya pelantikan organisasi kepemudaan. Ini adalah momentum lahirnya energi baru, semangat baru, dan harapan baru bagi masa depan Aceh yang lebih maju dan bermartabat,” ujar Marniati di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Ia menjelaskan bahwa AMMPA merupakan sayap kedua Partai Perjuangan Aceh setelah sebelumnya membentuk Barisan Perempuan Perjuangan Aceh (BPPA). Menurutnya, kedua organisasi tersebut menjadi kekuatan utama yang akan menggerakkan perjuangan partai dalam bidang pengabdian sosial dan pengembangan sumber daya manusia.
“Jika PPA diibaratkan seekor garuda, maka BPPA adalah sayap amal dan AMMPA adalah sayap ilmu. Keduanya harus bergerak seimbang agar mampu membawa manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.
Pelantikan ini juga bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya Partai Perjuangan Aceh. Dalam kurun waktu tersebut, PPA telah menjalankan berbagai program sosial, mulai dari pemberian beasiswa pendidikan, distribusi lebih dari 10 ribu perlengkapan sekolah, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir.
Menurut Marniati, kehadiran AMMPA menjadi jawaban atas kebutuhan ruang aktualisasi bagi generasi muda Aceh yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kepemimpinan.
Ia mengajak anak-anak muda untuk tidak alergi terhadap politik, karena politik merupakan instrumen penting dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Jangan takut dengan politik. Politik adalah alat untuk memperjuangkan rakyat. Jika anak muda menjauh dari politik, maka ruang itu akan diisi oleh mereka yang tidak memiliki kepedulian terhadap masa depan masyarakat,” tegasnya.