Notification

×

Pengaruh Tak Pernah Pudar, Haul Ke. 23 Abu Muhammad Ali Alfalaki Dipadati Ribuan Jamaah

Kamis, 04 Juni 2026 | 12.39 WIB Last Updated 2026-06-04T05:39:15Z
GEMARNEWS.COM, PIDIE - Ribuan jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh memadati kompleks masjid sejak sore hari. Para jamaah datang bukan sekadar mengikuti agenda tahunan, tetapi juga untuk mengenang sosok ulama yang dikenal luas karena keilmuan dan kontribusinya dalam bidang ilmu falak (astronomi Islam) yang mengharumkan nama Aceh hingga tingkat nasional maupun internasional.membludaknya jamaah yang menghadiri Haul ke-23 Abu Muhammad Ali Alfalaki di Masjid Baitul Istiqamah Teupin Raya, Kabupaten Pidie, Rabu 3 Juni 2026.

Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara yang diawali dengan shalat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama yang dipimpin Gurei Mahyeddi Tampui Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, yang merupakan alumni Dayah Darussa’adah Pusat Teupin Raya.

Referensi Sejarah Abu Muhammad Ali Alfalaki (Abu Teupin Raya):

Abu Muhammad Ali Alfalaki atau Tgk. Muhammad Ali Irsyad dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik Aceh dan ahli ilmu falak yang berasal dari Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Beliau lahir di Gampong Kayee Jatoe sekitar tahun 1915–1921 (beberapa sumber mencatat perbedaan tahun kelahiran), dari keluarga yang memiliki garis keturunan ulama dan bangsawan Aceh

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk Muhammad Usman yang juga Imum Mukim Kemukiman Teupin Raya, mengatakan pelaksanaan haul tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar Abu Muhammad Ali Alfalaki dalam pengembangan keilmuan Islam, khususnya ilmu falak yang menjadi salah satu disiplin penting dalam penentuan waktu ibadah dan penyusunan kalender Islam.

“Haul ini bukan hanya mengenang hari wafat beliau, tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali warisan pemikiran, keilmuan, dan perjuangan yang telah beliau tinggalkan kepada umat,” ujar Tgk Muhammad Usman.

Menurutnya, Abu Muhammad Ali Alfalaki merupakan salah satu ulama Aceh yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan ilmu falak. Keahlian dan dedikasinya membuat namanya dikenal tidak hanya di Aceh, tetapi juga di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara.

Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa warisan keilmuan Abu Muhammad Ali Alfalaki masih terus dirasakan hingga kini. Banyak jamaah rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti doa bersama sekaligus mengenang sosok ulama yang dikenal sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.tuturnya.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, haul tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan ulama, santri, alumni Dayah Darussa’adah, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.tuturnya.

Di tengah arus perubahan zaman, kegiatan itu menjadi simbol kuat bahwa tradisi menghormati ulama dan menjaga sanad keilmuan masih tetap hidup dan terpelihara di Aceh.

Panitia berharap generasi muda dapat meneladani semangat belajar, ketekunan, serta pengabdian Abu Muhammad Ali Alfalaki dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Menurut para tokoh ulama, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memastikan warisan keilmuan para ulama terus diteruskan kepada generasi berikutnya agar nilai dan manfaatnya tetap hidup sepanjang masa.pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update