![]() |
| Doc. Istimewa |
GEMARNEWS.COM - Aliran Kali Mati yang membentang melintasi wilayah kelurahan Pagadungan dan sekitarnya, di Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, hingga kini masih dihadapkan pada permasalahan serius akibat tumpukan sampah.
Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai sepakat menyatakan bahwa persoalan ini belum selesai dan tetap menjadi tugas atau tanggung jawab yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Dari pantauan di lapangan, terlihat jelas tumpukan sampah rumah tangga, plastik, kertas, hingga limbah dapur menumpuk di pinggiran dan mengapung di permukaan air.
Sampah tersebut tidak hanya menyempitkan aliran kali, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga, terutama saat cuaca panas.
"Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kalau dibiarkan, kami yang merasakan dampaknya. Jadi ini benar-benar PR kita bersama" ujar Ayom, salah seorang warga di bantaran Kali Mati, Jumat (10/7).
Ayom menambahkan bahwa akar permasalahannya tidak hanya pada kebiasaan membuang sampah sembarangan akibat kurangnya sosialisasi menyeluruh soal sampah, tetapi juga kurangnya tindakan nyata dari pemerintah dalam menindak lanjuti Perda Kabupaten Pandeglang Nomor 4 Tahun 2008 tentang K3 dan Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.
"Menurut saya masyarakat juga bukan tidak mau ikut peraturan pemerintah soal K3, hanya saja kurang nya sosialisasi dan penerapan tindakan dari aturan tersebut yang masih minim" katanya.
Dirinya menilai bahwa penanganan sampah di Kali Mati ini menjadi tantangan yang tidak boleh dianggap remeh. sebelumnya kejadian tanah longsor sudah beberapa kali menggerus pemukiman warga.
"Setiap kali musim hujan tiba, kita selalu was-was karena aliran air tersumbat sampah dan berisiko menyebabkan banjir dan longsor disekitar lokasi. Masalah ini harus diselesaikan bersama" tegasnya. (Red/Ayom)
