GEMARNEWS.COM | JAKARTA - Garis finis Merdeka Run 2026 bukan sekadar tempat mencatat waktu tercepat. Di sana, Sabtu (29/08/2026) pagi, tersimpan beragam cerita tentang kegembiraan, perjuangan, dan semangat untuk terus melangkah. Dari pelari kursi roda hingga atlet nasional, masing-masing membawa makna kemerdekaan dengan caranya sendiri.
Salah satunya Fandi Akhmad, pelari yang menjadi first finisher kategori kursi roda (wheelchair). Lebih dari soal finis pertama, Fandi melihat sesuatu yang lebih bermakna dari Merdeka Run tahun ini: ruang yang semakin terbuka bagi para penyandang disabilitas. Kehadiran kategori kursi roda, menurutnya, menjadikan perayaan olahraga tersebut lebih inklusif.
Kegembiraan juga dirasakan Wini Nurkustiah asal Cikarang yang pertama kali mengikuti ajang Merdeka Run. Latihan yang dilakukan setiap hari di rumah mengantarkannya menjadi second finisher wheelchair female. Di tengah kemeriahan peringatan kemerdekaan, ia menitipkan pesan sederhana kepada sesama penyandang disabilitas: untuk terus bersemangat dan percaya pada kemampuan diri.
Cerita lain datang dari Agus Prayogo. Atlet berpengalaman tersebut menjadi first finisher kategori master male (40 tahun ke atas). Meski Merdeka Run telah memasuki penyelenggaraan kedua, tahun ini menjadi pengalaman pertama Agus mengikuti ajang tersebut. Ia mengaku menikmati lintasan yang steril dan relatif datar, ditambah antusiasme masyarakat di sepanjang lomba.
Euforia sepanjang lintasan juga membekas bagi Odekta Elvina Naibaho yang menjadi first finisher kategori perempuan umum. Di balik prestasinya, Odekta juga menyampaikan pesan kepada para atlet muda di berbagai daerah untuk tidak mudah menyerah dan terus berani mengejar prestasi lebih tinggi.
Sumber: BPMI Setpres
#KemensetnegRI
#RilisKemensetneg