Notification

×

Dulu Nyaris Tak Layak Huni, Kini Rumah Umar Amin Berdiri Kokoh Berkat Gotong Royong TMMD ke-129

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08.55 WIB Last Updated 2026-08-09T01:55:35Z
GEMARNEWS.COM ,PIDIE – Ada cerita tentang harapan yang tumbuh dari sebuah rumah sederhana di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Bagi Umar Amin dan keluarganya, rumah yang selama ini ditempati bukan sekadar bangunan tempat berlindung. Kondisinya yang telah dimakan usia dan jauh dari kata layak membuat rasa aman dan nyaman menjadi sesuatu yang sulit mereka rasakan.

Namun, kondisi itu kini berubah.

Rumah Umar Amin telah menjelma menjadi hunian yang lebih kokoh, terang dan layak ditempati setelah mendapatkan rehabilitasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0102/Pidie.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sasaran ketiga tersebut rampung dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat melalui semangat gotong royong, Sabtu (8/8/2026).

Bagi Umar Amin, selesainya rumah tersebut bukan sekadar berakhirnya pekerjaan pembangunan. Ada rasa lega dan syukur setelah sekian lama keluarganya hidup dalam keterbatasan.

Rumah yang sebelumnya terlihat reot kini berdiri lebih kokoh. Dinding diperbaiki dan diperkuat, bagian dalam dilengkapi plafon, seluruh bangunan mendapatkan sentuhan cat baru, sementara instalasi listrik membuat ruangan menjadi lebih terang.

Perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga Umar Amin, setiap bagian yang diperbaiki memiliki arti besar.

Rumah yang sebelumnya hanya menjadi tempat berteduh kini berubah menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman untuk menjalani kehidupan bersama keluarga.

Rehabilitasi rumah tersebut juga menjadi bukti bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya, proses pembangunan tidak dilakukan oleh prajurit TNI seorang diri.

Masyarakat Desa Lhok Panah ikut turun tangan membantu Satgas TMMD. Mereka bahu-membahu sejak proses pengerjaan hingga rumah tersebut selesai.

Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD ke-129. TNI hadir membawa tenaga dan pengabdian, sementara masyarakat memberikan dukungan serta kebersamaan.

Dari proses tersebut, yang lahir bukan hanya sebuah rumah yang lebih layak, tetapi juga semakin kuatnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit Satgas dan masyarakat yang telah bekerja keras menyelesaikan rehabilitasi rumah tersebut.

"Kerja keras, dedikasi dan semangat gotong royong yang ditunjukkan merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi seluruh prajurit dan masyarakat yang telah bersama-sama berjuang hingga rumah ini dapat diselesaikan dengan baik," ujar Letkol Inf Abdul Hadi.

Menurutnya, rehabilitasi RTLH merupakan bagian dari komitmen TMMD dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

"Kami berharap rumah ini dapat memberikan kenyamanan, rasa aman dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. Semoga rumah ini dapat dirawat dengan baik dan menjadi tempat tumbuhnya kehidupan keluarga yang lebih baik," tambahnya.

Bagi Umar Amin, perubahan rumah tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih kepada TNI, Satgas TMMD dan seluruh masyarakat yang telah membantu mewujudkan rumah yang selama ini diharapkannya.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami. Sekarang kami bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman," ungkap Umar Amin.

Kisah Umar Amin menunjukkan bahwa gotong royong mampu mengubah keterbatasan menjadi harapan.

Dinding yang diperbaiki menjadi simbol kepedulian. Atap yang diperkuat menghadirkan rasa aman. Sementara cahaya listrik yang menerangi ruangan menjadi bagian dari lembaran baru kehidupan keluarga tersebut.

Namun, yang dibangun melalui TMMD bukan hanya dinding, plafon dan instalasi listrik.

Ada rasa aman, martabat dan harapan yang ikut dipulihkan.

Dari rumah yang dahulu reot, kini lahir hunian yang lebih layak. Dari keterbatasan, tumbuh harapan baru.

Dan dari gotong royong TNI bersama rakyat, sebuah keluarga kembali menemukan makna sederhana dari sebuah rumah: tempat untuk pulang, berlindung, berkumpul bersama keluarga dan menatap masa depan dengan lebih optimistis. tuturnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update