Dok.foto : Drs. M. Isa Alima
OPINI - Bulan Agustus selalu menghadirkan suasana berbeda bagi seluruh rakyat Indonesia. Merah Putih mulai menghiasi jalan, rumah, perkantoran, sekolah, pertokoan hingga ruang-ruang publik. Pemandangan tersebut bukan sekadar tradisi menjelang 17 Agustus, tetapi menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita kembali menyadari makna di balik setiap kibaran Sang Saka Merah Putih.
Bendera Merah Putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Ia merupakan simbol negara, simbol persatuan, sekaligus pengingat atas perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Di balik kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, terdapat pengorbanan luar biasa dari para pahlawan. Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga, meninggalkan keluarga, kehilangan harta benda, bahkan gugur di medan perjuangan demi sebuah cita-cita besar: Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Karena itu, mengibarkan Merah Putih seharusnya tidak dilakukan hanya karena kewajiban atau mengikuti kebiasaan setiap bulan Agustus.
Lebih dari itu, mengibarkan Merah Putih adalah bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang bangsa.
Kemerdekaan bukan hadiah. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan.
Kalimat sederhana tersebut harus terus kita tanamkan kepada generasi muda. Jangan sampai anak-anak bangsa hanya mengenal 17 Agustus sebagai hari libur dan perlombaan, tetapi lupa bahwa kemerdekaan memiliki sejarah panjang yang dibayar mahal oleh para pendahulu kita.
Mengisi kemerdekaan pada zaman sekarang tentu berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu.
Kita tidak lagi mengangkat senjata di medan perang. Namun, kita memiliki medan perjuangan baru: pendidikan, ekonomi, teknologi, pembangunan, pelayanan publik, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta menjaga persatuan bangsa.
Generasi muda dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar dan berkarya. Para pekerja dapat mengisinya dengan bekerja secara jujur dan profesional. Pelaku usaha dapat membangun ekonomi masyarakat. Pemerintah dapat memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Sementara masyarakat dapat menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan gotong royong.
Semua memiliki peran.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, menjaga persatuan menjadi semakin penting. Perbedaan pilihan, pandangan, suku, budaya maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Indonesia dibangun dari keberagaman.
Aceh pun merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia. Semangat kebangsaan harus terus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kekayaan sejarah, budaya dan kearifan lokal daerah.
Merah Putih harus menjadi simbol yang menyatukan kita, bukan sekadar hiasan yang muncul setahun sekali.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pemuda dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pasang dan kibarkan Merah Putih di rumah, kantor, sekolah, tempat usaha, fasilitas umum dan ruang publik lainnya.
Tidak perlu menunggu menjadi pejabat, tokoh masyarakat atau orang terkenal untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia.
Cinta tanah air dapat dimulai dari hal sederhana. Salah satunya dengan mengibarkan Merah Putih.
Namun, jangan berhenti pada mengibarkan bendera.
Mari kita kibarkan pula semangat kejujuran, persatuan, gotong royong, kepedulian dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, Merah Putih yang berkibar di depan rumah akan semakin bermakna apabila hati penghuninya juga dipenuhi semangat kebangsaan.
Pada usia kemerdekaan yang ke-81 ini, mari kita jadikan peringatan HUT RI sebagai momentum untuk melakukan introspeksi.
Sudah sejauh mana kita mengisi kemerdekaan?
Sudahkah kita memberikan manfaat bagi lingkungan?
Sudahkah kita menjaga persatuan?
Sudahkah kita ikut membangun daerah?
Dan sudahkah kita memberikan teladan kepada generasi penerus?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk kita jawab bersama.
Jangan biarkan pengorbanan para pahlawan hanya menjadi cerita dalam buku sejarah. Jadikan semangat mereka sebagai inspirasi untuk bekerja, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Mari kibarkan Merah Putih dengan penuh kesadaran.
Bukan hanya karena Agustus.
Bukan hanya karena perintah.
Tetapi karena kita bersyukur telah dilahirkan dan hidup di negeri yang bernama Indonesia.
Semoga setiap kibaran Merah Putih menjadi doa, penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab.
Tanggung jawab untuk menjaga persatuan, merawat kebhinekaan, membangun daerah dan melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa menuju Indonesia yang semakin maju, adil, makmur dan sejahtera.
Penulis : Drs. M. Isa Alima
Pemerhati Sosial Budaya dan Kebijakan Publik Aceh