Notification

×

Raja Rendra Ramadhan, Anak Remaja di Garut Ajak Generasi Muda untuk Berbuat Baik, InsyaAllah Indonesia Hebat dan Berkah.

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21.48 WIB Last Updated 2026-08-29T14:49:00Z
Raja Rendra Ramadhan saat di atas pentas di hadapan ratusan jamaah yang hadir. Garut, Sabtu, (29/08/2026).

GEMARNEWS.COM | GARUT — Di sela acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah yang digelar di Garut, Sabtu, 29 Agustus 2026, seorang anak laki-laki usia 11 Tahun naik ke panggung. Namanya Raja Rendra Ramadhan (R2M). Ia memperkenalkan diri sebagai putra dari H. Dian Surahman, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Fast Respon Indonesia Center (FRIC) yang berkantor di kawasan Ciledug, Jakarta Selatan.

Dengan suara lantang, Raja mengajak teman-teman sebayanya dan masyarakat umum untuk memulai kebiasaan sederhana: berbuat baik setiap hari. Ia mengatakan, kebaikan tidak perlu menunggu kaya, tidak perlu menunggu jadi pejabat, dan tidak perlu menunggu momen besar. 

“Berbuat baik itu nggak ribet dan nggak nunggu uang banyak. Kita bisa mulai dari hal kecil kok. Dimana aja, kapan aja bisa!” ujarnya di hadapan ratusan jamaah yang hadir. Garut, Sabtu, (29/08/2026).

Raja kemudian merinci lima cara mudah yang bisa dilakukan siapa saja. Pertama di rumah: bantu orang tua menyapu, mencuci piring, dan mengucapkan "I love you" kepada ayah dan ibu. Ia mengutip pesan yang sering didengarnya, "Surga ada di ridho orang tua".

Kedua, kepada teman dan tetangga. Jadilah pendengar yang baik, pinjamkan pensil, jangan membully, dan bantu tetangga yang sedang kesusahan. “Kalau ada tetangga kesusahan, kita bantu ya,” katanya.

Ketiga, di sekolah dan komunitas. Raja mengajak pelajar ikut kegiatan sosial seperti bagi-bagi makanan, gotong royong membersihkan lingkungan, atau membantu penjualan produk ibu-ibu UMKM. Baginya, sekolah bukan hanya tempat belajar rumus, tetapi juga tempat belajar empati.

Keempat, di handphone dan media sosial. Raja berpesan agar tidak menyebarkan hoaks. “Postingnya yang lucu-lucu dan baik-baik aja. Komen juga yang sopan ya guys!” ucapnya. 

Kelima, untuk Indonesia. Raja mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tertib aturan. “Jangan berantem. Jaga persatuan. Tertib aturan. Biar negara kita damai,” katanya singkat namun tegas.

Di tengah pidatonya, Raja juga menyampaikan pesan dari ayahnya. Menurutnya, H. Dian Surahman selalu menanamkan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus hadir untuk menolong orang. “Ayah aku, Pak Ketum FRIC ngajarin aku: FRIC itu ada buat nolong orang. Jadi kita harus jadi anak yang suka berbuat baik,” ujarnya.

Untuk membuat ajakan itu lebih hidup, Raja melempar tantangan kepada anak-anak Indonesia: "1 Hari 1 Kebaikan". Gagasannya sederhana. Setiap orang melakukan satu kebaikan dalam sehari. Jika dilakukan serentak, dampaknya akan besar.

“Kalau semua anak Indonesia berbuat baik satu saja tiap hari, insyaAllah Indonesia jadi hebat dan berkah,” kata Raja. Kalimat itu menjadi penutup ceramahnya dan mengundang riuh dukungan dari para orang tua dan guru yang hadir.

FRIC sendiri dikenal sebagai organisasi wartawan dan aktivis sosial yang fokus pada pendampingan masyarakat dan penegakan kebenaran informasi. Dalam berbagai kegiatan, organisasi itu kerap turun langsung membantu korban bencana, anak yatim, dan UMKM.

Acara Maulid di Garut itu menjadi panggung bagi suara anak-anak untuk didengar. Dari mimbar yang biasanya diisi penceramah dewasa, kali ini muncul pesan yang lugas, jenaka, dan membumi. Tidak ada teori tinggi. Hanya ajakan nyata: mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri, mulai hari ini. (Tim FRIC).***

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update