GEMARNEWS.COM, PIDIE JAYA – Kepedulian terhadap pemulihan kehidupan keagamaan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.340 mushaf Al-Qur’an atau sebanyak 67 dus untuk masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak banjir dan longsor.
Bantuan tersebut secara resmi diserahterimakan di Kantor Camat Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada 1 Mei 2026. Bantuan dengan nomor registrasi PC.1169/III-2026 tersebut diterima oleh Azhar Kiran, selaku perwakilan relawan penyaluran bantuan pascabencana yang berada di Desa Kiran Dayah, Kecamatan Jangka Buya.
Dari Kantor Camat Meureudu, bantuan ribuan mushaf Al-Qur’an tersebut selanjutnya didistribusikan kepada lembaga-lembaga keagamaan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah.
Penyaluran dilakukan secara bertahap ke 23 lembaga keagamaan, yang tersebar di Kecamatan Meureudu, Jangka Buya, Meurah Dua, Ulim, Bandar Baru, Pante Raja hingga Kembang Tanjong.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kembali kebutuhan mushaf Al-Qur’an bagi dayah, balai pengajian dan lembaga keagamaan yang mengalami kerusakan maupun kehilangan sarana pembelajaran akibat bencana.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., menyampaikan terima kasih kepada BWA dan para donatur yang telah memberikan perhatian terhadap masyarakat Pidie Jaya, khususnya dalam pemulihan kehidupan keagamaan pascabencana.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya berupa mushaf Al-Qur’an, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi masyarakat untuk kembali bangkit setelah menghadapi dampak bencana.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Meureudu, Syukkrimiadi, S.Sos., MM., yang turut mendampingi proses serah terima bantuan di Kantor Camat Meureudu.
“Atas nama pemerintah kecamatan dan seluruh masyarakat Meureudu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA. Bantuan Al-Qur’an ini sangat berarti, terutama bagi dayah dan balai pengajian yang sempat kehilangan sarana belajar mengaji akibat banjir dan longsor,” ujarnya.
Sementara itu, Azhar Kiran, selaku koordinator relawan di lapangan, memastikan bantuan yang diterima akan dikawal dan disalurkan kepada lembaga-lembaga yang telah ditentukan.
“Alhamdulillah, bantuan dari BWA Jakarta telah kami terima dengan baik di Kantor Camat Meureudu. Kami siap mengawal amanah ini agar setiap mushaf dapat sampai kepada para santri dan masyarakat yang membutuhkan,” kata Azhar.
Ia menambahkan, distribusi bantuan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak agar penyaluran dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kolaborasi antara BWA, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan relawan lokal tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memulihkan kembali aktivitas pendidikan dan pembinaan keagamaan setelah bencana.
Selain memenuhi kebutuhan sarana belajar mengaji, bantuan mushaf Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah terdampak.
Melalui bantuan tersebut, semangat masyarakat untuk kembali menghidupkan aktivitas pengajian dan pembelajaran Al-Qur’an di berbagai dayah dan balai pengajian diharapkan terus tumbuh.
Bantuan 1.340 mushaf ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memulihkan literasi Al-Qur’an sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Pidie Jaya pascabencana. pungkasnya.