Notification

×

Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh: PLTD Lueng Bata Harus Jadi Benteng Listrik Saat Bencana

Sabtu, 05 September 2026 | 18.20 WIB Last Updated 2026-09-05T11:21:05Z
GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menerima kunjungan silaturahmi Manajer PLN UP3 Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar yang baru, Husni, beserta jajaran, Senin (31/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRK Banda Aceh tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan kelistrikan di Aceh, khususnya evaluasi kondisi pascabencana serta langkah mitigasi agar gangguan listrik tidak kembali berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

Irwansyah mengatakan, pertemuan tersebut penting untuk memperkuat komunikasi antara DPRK dan PLN sekaligus membahas berbagai kebutuhan masyarakat terkait layanan kelistrikan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa tanggap bencana sebelumnya dirinya sempat bersikap kritis dan vokal terhadap PLN. Menurutnya, sikap tersebut semata-mata merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

“Di sisi lain saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja seluruh tim PLN Aceh dalam menormalisasi pasokan listrik pascabencana,” kata Irwansyah, Jumat (4/9/2026).

Minta PLN Siapkan Mitigasi Khusus untuk Banda Aceh

Irwansyah menilai bencana alam yang terjadi sebelumnya memberikan pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk PLN, untuk memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Salah satu langkah yang disarankannya adalah PLN menyiagakan pembangkit khusus yang dapat menjadi penyangga pasokan listrik untuk Kota Banda Aceh ketika terjadi gangguan besar pada sistem interkoneksi.

Menurutnya, pemadaman listrik dalam waktu cukup lama akibat robohnya tower interkoneksi di wilayah lain telah memberikan dampak serius terhadap masyarakat Banda Aceh.

Padahal, Banda Aceh tidak mengalami banjir bandang seperti sejumlah wilayah lainnya. Namun, terganggunya pasokan listrik membuat berbagai aktivitas warga ikut mengalami hambatan.

Gangguan tersebut juga dapat berimbas pada sektor lainnya, seperti kelangkaan LPG, terganggunya operasional SPBU yang memicu antrean panjang di sejumlah titik, hingga distribusi air bersih yang ikut terdampak.

“Oleh karena itu, kami berharap fungsi PLTD Lueng Bata dapat dioptimalkan sebagai penyangga utama energi kota saat masa darurat atau bencana,” ujar Irwansyah.

Ia berharap keberadaan sumber energi cadangan yang memadai dapat memastikan pelayanan publik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan ketika terjadi gangguan pada jaringan utama.

Dorong Program Meteran Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Selain persoalan ketahanan energi, Irwansyah juga menyampaikan sejumlah peluang kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Salah satunya melalui program pemasangan meteran listrik bagi warga yang membutuhkan, termasuk melalui pemanfaatan dana sosial atau zakat karyawan PLN sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Jadi warga Banda Aceh jika memang ada rumah tinggal yang layak dibantu dan saat ini masih belum ada meteran listriknya bisa lapor kepada saya. Insyaallah kita advokasi untuk bisa dibantu oleh pihak PLN,” ujarnya.

Menurutnya, akses terhadap listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga warga yang benar-benar membutuhkan perlu mendapat perhatian melalui program bantuan yang tepat sasaran.

PLN Siap Perkuat Kolaborasi dengan DPRK

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Banda Aceh Husni menyampaikan apresiasi atas sambutan dan komunikasi yang baik dari Ketua DPRK Banda Aceh.

Ia berharap ke depan hubungan antara PLN dan DPRK semakin erat sehingga berbagai persoalan kelistrikan di Kota Banda Aceh dapat dibahas dan ditangani secara bersama.

Husni juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan PLN UP3 Banda Aceh dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara PLN dan DPRK dapat menghadirkan rasa nyaman dan ketenangan bagi warga kota, termasuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ibadah.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara penyelenggara layanan kelistrikan dan lembaga legislatif daerah, terutama dalam menghadapi potensi bencana serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Ke depan, PLN diharapkan tidak hanya bergerak cepat ketika gangguan terjadi, tetapi juga semakin sigap, antisipatif dan memperkuat sistem mitigasi, sehingga risiko pemadaman luas dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. tuturnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update