Notification

×

Bongkar Tempat Produksi Sabu di Pidie, HMI Sigli Desak Kapolri Usut Dalang hingga ke Akar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21.11 WIB Last Updated 2026-10-22T14:11:52Z


GEMARNEWS.COM, PIDIE — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli mengapresiasi keberhasilan aparat gabungan dalam mengungkap dan menggerebek tempat yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. HMI mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri jaringan dan pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik aktivitas produksi narkotika itu.

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

HMI Cabang Sigli mengapresiasi langkah Kepolisian Resor (Polres) Pidie bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Ketua Umum HMI Cabang Sigli, Muhammad Arif, menilai penggerebekan itu merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika. Namun, menurutnya, keberhasilan penindakan tidak boleh berhenti pada pengungkapan lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu-sabu.

“Kami mengapresiasi langkah aparat dalam mengungkap dugaan tempat produksi narkotika di Pidie. Namun, yang lebih fundamental adalah bagaimana pengungkapan ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan secara menyeluruh, termasuk menelusuri siapa saja pihak yang terlibat dan siapa yang berada di balik aktivitas tersebut,” ujar Muhammad Arif.

Menurutnya, pengusutan secara menyeluruh diperlukan agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan produksi dan peredaran narkotika.

HMI Cabang Sigli mendesak Kapolri beserta jajaran aparat penegak hukum terkait untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Organisasi mahasiswa tersebut juga meminta agar setiap perkembangan penyelidikan ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan fakta hukum sehingga seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Jangan sampai kasus ini berhenti pada pelaku yang ditemukan di lokasi. Kami mendorong aparat menelusuri seluruh rantai yang berkaitan dengan dugaan produksi tersebut, mulai dari sumber bahan baku, pendanaan, distribusi, hingga jaringan pemasaran apabila unsur-unsur itu ditemukan dalam penyidikan,” tegasnya.

Dorong Pencegahan dan Keterlibatan Masyarakat

Selain mendorong penegakan hukum, HMI Cabang Sigli menilai pemberantasan narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan melalui langkah pencegahan, edukasi, dan penguatan peran masyarakat.

Menurut Muhammad Arif, penindakan terhadap jaringan narkotika perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama bagi kalangan pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Ia menilai mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik serta mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Pidie untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba. Jangan memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk berkembang. Apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba, segera laporkan kepada pihak berwenang melalui saluran resmi,” lanjut Muhammad Arif.

HMI Cabang Sigli menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan membangun lingkungan yang aman, sehat, serta produktif.

Minta Pengusutan Tidak Berhenti di Lokasi Penggerebekan

HMI Cabang Sigli berharap pengungkapan dugaan tempat produksi sabu-sabu di Kabupaten Pidie menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkotika secara menyeluruh.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum harus diukur bukan hanya dari penggerebekan dan penangkapan, tetapi juga dari kemampuan aparat mengungkap jaringan yang lebih luas serta mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.

HMI Cabang Sigli juga mengingatkan bahwa penanganan perkara harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghindari tuduhan terhadap pihak tertentu sebelum terdapat bukti yang cukup dan proses hukum yang sah.

“Harapan kami, kasus ini diusut sampai tuntas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Pemberantasan narkoba membutuhkan keseriusan dan keberanian agar generasi muda Pidie terlindungi dari ancaman narkotika,” tutup Muhammad Arif.

HMI Cabang Sigli berharap sinergi aparat penegak hukum, pemerintah, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Pidie yang aman serta terbebas dari ancaman produksi dan peredaran gelap narkotika.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update