Notification

×

Iklan

Iklan

BUMG di Pidie Jaya Buka Usaha Minimarket

Selasa, 28 Juli 2020 | 11.15 WIB Last Updated 2020-07-28T04:15:14Z

Pemotongan pita pembukaan Mark Ingin Maju, BUMG Keude Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (28/7/2020)

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Kabupaten Pidie Jaya, telah membuka sektor usaha retail berkonsep modern seperti mini market yakni Mart Ingin Maju.
 
Mart Ingin Maju tersebut, telah resmi beroperasi untuk melayani perekonomian di Ibu Keude Ulim, pada Selasa (28/10/2020).

Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Jaya, Ir. Muklis, meresmikan serta pemotongan pita di bukanya Mart Ingin Maju, di Jalan T Maharaja Said Mansur, Keude Ulim, Kecamatan Ulim.

Muklis secara simbolis memotong pita tanda beroperasinya BUMG berukuran sekitar 4x4 meter itu. 

Didampingi Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Pidie Jaya, Al Fadhir, S.Pt,  Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Azhar, Camat Ulim, M.Rizky Syahdan, S.STP, Kapolsek Ulim, Erwinsyah Putra, SH. Pedamping Lokal Desa (PLD) Nurlina, Keuchik Gampong Keude Ulim, Anwar, S.Pd, 

Mukhlis berharap dibukanya Mark BUMG bisa memberikan kontribusi positif dalam roda perekonomian khususnya di Keude Ulim.

“Saya apresiasi tinggi BUMG Keude Ulim ini sudah direncanakan dengan matang dan akhirnya berdiri. 

Terima kasih kinerja SDM dari BUMG yang telah mempersiapkan segalanya. Saya harap keberadaan retail ini bisa membina masyarakat dalam bidang usaha sekaligus menggenjot perputaran ekonomi lebih maju dan berkembang,” katanya.

Senada, TA PMD Pidie Jaya, mengutarakan ini mark pertama kali yang ada di Pidie Jaya.

“Tentunya ini menjadi kebangaan dan sebagai terobosan menjadi basis ataupun icon retail modern. 

Masyakarat harus mendukung keberadaan retail ini dan juga diharapkan dari penyertaan modal dana desa (DD) yang digunakan dalam pembangunan Mark ini berfungsi karena amanah. 

Saya harapkan ini menjadi contoh BUMG lain keberadaan Mark BUMG jadi leading sektor, tidak harus belajar keluar cukup di Keude Ulim,” ujarnya.

Fadir menambahkan pengelolaan BUMG ini juga harus transparan dalam hal administrasi dan jangan lupakan menggencarkan promosi ke luar.

“Saya harapkan itu menjadi strategi jitu yang akan dijalankan BUMG ini. Disisi lain, saya juga mengingatkan untuk pengelola mark ini kompak dan tidak mengendepankan ego ini usaha pribadi. 

Semua milik bersama, Selanjutnya konsumen yang bertandang ke Mark ini tidak boleh hutang, langsung bayar karena jika keterusan akan menggerogoti keuangan BUMG itu sendiri. 

Hasilnya BUMG bisa jalan menjadi penyangga ekonomi Keude Ulim,katanya.

Sementara Konsultan Bisnis, Sirajul Munir, menambahkan kita melakukan pendampingan dalam membuka ini mulai perencanaan, pembelian barang serta pelatihan dalam mengelola karena kita menggunakan sistem market.

Alhamdullah hari ini telah di buka usaha melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sehingga dengan dibuka nya usaha ini menjadi motivasi kita dalam membangun gampong, ujar Keuchik Keude Ulim, Anwar, S.Pd.

Kami harapkan juga adanya Mark ini, para pelaku usaha UMKM bisa menitipkan barang dagangannya. 

Silahkan saja dimasukkan kedalam atau di titip, jika ada kemasan yang menarik. Kita lakukan kerja sama memajukan perputaran ekonomi tanpa berbelit-belit,” katanya, pangkasnya. (nas)




×
Berita Terbaru Update