Notification

×

Iklan

Iklan

Renungan Akhir Tahun; Hikmah Covid-19

Selasa, 29 Desember 2020 | 21.10 WIB Last Updated 2021-05-19T08:54:39Z

Renungan Akhir Tahun; Hikmah Covid-19

Dok.foto penulis Muhammad Syawal Djamil


Akhir tahun adalah momentum terbaik untuk menoleh ke belakang, melihat perjalanan dari bulan Januari, Februari, Maret, hingga (karena Pandemi Covid-19 semua berjalan terasa cepat) kita sudah masuk di penghujung bulan Desember 2020.

Tahun 2020 memang memberikan kesan yang luar biasa bagi kita semua. Selain covid-19, yang telah mengubah pola hidup kita (mulai dari lahir, hidup, dan mati), sejumlah kejutan terjadi di tahun ini. Dan itu semua cukup menghenyakkan pikiran kita, hingga membuat kita terdiam beberapa saat, dan kemudian baru bisa menghelaskan nafas.

Mari kita flashback sejenak, melihat beberapa catatan peristiwa yang terjadi di 2020. Pertama, sejumlah tokoh-tokoh terkenal di dunia juga tokoh dalam negeri menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2020. Sebut saja, Maradona (pesepakbola legendaris dunia), Kobe Bryant (atlet legenda NBA), dan lain sebagainya. Bagi setiap fans, meninggalnya tokoh atau idola mereka di merupakan cobaan atau rintangan yang dirasa menjadi terberat dalam hidupnya. Dan itu terjadi di 2020.

Kedua, beberaoa skandal amoral terjadi di tahun 2020. Sebut saja kasus "video 19 detik" yang cukup fenomenal itu (saya yakin Anda pasti sudah tahu, atau bahkan sudah melihatnya), yang konon menjadi pemersatu bangsa, sekaligus pemercik kegembiraan semu --untuk sejenak melupakan pandemi yang sedang kita hadapi.

Kasus video 19 detik itu, seakan memberikan reminder yang ke sekian kalinya kepada kita semua untuk; pertama, berhati-hati dengan perangkat elektronik yang kita gunakan, dan kedua, belajar melindungi segala bentuk hal yang mengarah pada perlindungan privasi kita tentunya bersama perangkat elektronik tersebut. 

Beberapa tahun yang lalu pernah heboh, kasus video syur dari pentolan salah satu band yang lagi naik daun, kemudian menuju penghujung tahun yang akan kita lewati ini, muncul kasus berupa video yang juga berpola sama dengan beberapa tahun lalu. Maka oleh karena demikian, sudah sejatinya kita belajar bagaimana mawas diri dan tidak lengah dengan perangkat elektronik yang kita miliki. 

Yang ketiga, peristiwa unik di tahun 2020 (ini sengaja saya letakkan di poin terakhir karena mengingat peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu kurang lebih satu dekade sekali, demikian kata para tokoh dan tetua di kampung-kampung) yakni covid-19.

Covid-19 yang diyakini awalnya berasal dan pertama muncul di Wuhan, China, telah membuat perubahan yang begitu besar pada masyarakat dunia. Sejumlah tokoh-tokoh dunia dibuat pusing dalam menyikapi munculnya Covid-19 yang dengan begitu cepat mewabah. 

Bersama covid-19 ini pula, kita diajarkan bagaimana caranya agar tetap bisa menjaga eksistensi sebagai makhluk manusia di muka. Adanya teknologi canggih yang merupakan bagian dari majunya peradaban kita, telah mampu (setidaknya) melawan musuh maha kecil yang dikenal dengan sebutan covid-19 itu.

Saya memiliki pandangan, dan sangat yakin, bila makhluk itu cerdas (seperti terlihat dalam kemampuannya dalam melakukan mutasi diri saat bersarang pada organ manusia), maka manusia pasti lebih cerdas dalam hal melawan atau memutus rantai penyebarannya. Ini karena pada objek makluk manusia ada komponen yang tidak dimiliki makhluk lain, yaitu akal, yang merupakan tempat bersemanyamnya segala kreativitas.

Namun demikian, seraya berharap senjata ampuh untuk melawan Covid-19 segera ditemukan, kita patut bersyukur atas hadirnya Covid-19. Adanya Covid-19 sudah mengajarkan untuk selalu siap dengan segala situasi dan keadaan. Kita disadarkan oleh Covid-19, bahwa perubahan itu merupakan sebuah keniscayaan. Dan sebagai manusia, siap atau tidak siap, kita harus siap untuk beradaptasi dengan segala bentuk atau dampak dari perubahan tersebut.

Mungkin, jarang kita menyadari, bahwa sebagian aktivitas kita sudah berubah semenjak adanya Covid-19. Seperti meningkatnya perhatian terhadap pola hidup bersih, memakai masker dalam setiap aktivitas di luar rumah, juga selalu menjaga jarak dengan orang lain ketika berada di ruang publik, dan lain sebagainya. Beberapa orang yang dulu alergi terhadap teknologi digital, hari ini menjadi terbiasa dan akrab dengan teknologi digital. Kita akui atau tidak, semua perubahan progress ini merupakan hikmah dari adanya Covid-19.

Akhir kata, di penghujung tahun 2020, mari sama-sama kita mengucap syukur atas apa yang sudah dilalui bersama sambil berharap hal terbaik di masa depan. Tentu, salah satu harapan kita adalah pandemi Covid-19 ini berakhir. Nyanban


*Penulis 
merupakan seorang pembelajar aktif, yang juga merupakan penulis buku berjudul Nyanban 
×
Berita Terbaru Update