Notification

×

Iklan ok

ACT Aceh – MRI Berangkatkan Beras Bantuan dari Masyarakat Aceh ke Sulbar

Senin, 08 Februari 2021 | 22.52 WIB Last Updated 2021-02-08T15:53:30Z

Dok.foto Head of Program ACT Aceh Laila Khalidah, Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali, Camat Kuta Baro bersama lintas Organisasi memotong Pita saat melepaskan truk bermuatan bantuan logistik kemanusiaan untuk disalurkan kepada korban gempa Sulawesi Barat



Gemarnews.com , Aceh Besar – Aksi Cepat Tanggap (ACT), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh dan MRI Aceh Besar memberangkatkan truk bermuatan 16 ton lebih beras bantuan masyarakat Aceh untuk disalurkan kepada korban bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), Senin, 8 Februari 2021.

Pelepasan beras diikuti juga oleh lintas komunitas ormas, pemerintah, unsur TNI dan Polri, dan MPU Aceh yang ditandai dengan pemotongan pita bersama di Komplek Pabrik Meutuah Baro, Gampong Lam Neuheun, Kuta Baro, Aceh Besar.

Truk berspanduk dengan tulisan Beras dari Aceh untuk Korban Bencana Sulawesi Barat kemudian dibawa keliling hingga ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Truk didampingi pengawalan dari pihak kepolisian, komunitas Pajero, double kabin, RAPI, ERPA, dan relawan MRI dilengkapi bendera.

Kepala Cabang ACT Aceh Lisdayanti diwakili oleh Head of Program ACT Aceh Laila Khalidah menuturkan, bantuan beras tersebut mewakili rasa cinta dan kasih sayang masyarakat Aceh terhadap korban bencana gempa di Sulawesi Barat.

 “Bantuan ini merupakan bukti kehadiran nyata umat Islam membantu meringankan derita korban bencana,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa jumlah beras terkumpul dari kerja sama dengan berbagai komunitas dan lembaga mencapai sekitar 16 ton. Beras tersebut diberangkatkan terlebih dahulu ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Di sana bantuan dari Aceh digabung dengan bantuan dari provinsi lain. Pada 10 Februari 2021 seluruh bantuan logistik dilayarkan menggunakan kapal kemanusiaan ke Sulbar.

Selain fokus memenuhi kebutuhan pangan dalam masa darurat, ACT akan terlibat aktif membantu masa pemulihan setelah bencana seperti mendirikan masjid. Banyak masjid dan musala roboh sehingga pembangunan rumah ibadah sangat dibutuhkan mereka. 

“Marilah kita juga ikut membangun sebuah masjid tempat umat Islam di sana beribadah. Pahala jariah pun mengalir untuk kita,” imbuhnya.

Masyarakat dapat mewakafkan hartanya membangun masjid melalui rekening Bank Aceh Syariah 01001930009312 atau BNI Syariah 1010000137 atas nama Yayasan Global Wakaf. Konfirmasi donasi wakaf dapat melalui pesan ke Instagram @act_aceh, WhatsApp 082283269008, dan telepon 0651-7315352.

Ia menambahkan, korban bencana penerima bantuan tidak mengenal kita. Mungkin juga orang Aceh sendiri tidak mengenal mereka. “Namun yang kita cari dengan memberikan bantuan bukanlah perhatian mereka, melainkan perhatian Allah kepada kita,” lanjutnya.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Tgk Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal turut hadir mengikuti acara pelepasan logistik bantuan. Dalam kata sambutannya ia mengingatkan bahwa dengan bersedekah ataupun memfasilitasi orang lain bersedekah dapat menolak bala.

“Insya Allah, satu kebaikan yang kita lakukan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat oleh Allah,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa MPU akan siap mendukung apa yang dibutuhkan dalam dunia kemanusiaan. Mudah-mudah segala perbuatan baik menjadi amal saleh.

Hal senada disampaikan oleh Camat Kuta Baro Bustamam SH. Ia mengajak semua pihak agar terlibat membantu saudara-saudara yang membutuhkan. “Dulu saat musibah gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 orang berbondong-bondong membantu kita. Mudah-mudah saat orang lain membutuhkan, kita senantiasa meringankan bebannya,” imbuhnya.
×
Berita Terbaru Update