Notification

×

Iklan

Iklan

Sekjen BM PA Aceh Tengah: Partai Aceh Milik Rakyat Aceh

Kamis, 01 April 2021 | 13.20 WIB Last Updated 2021-04-01T06:20:43Z
GEMARNEWS.COM - TAKENGON, Kesepakatan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia (RI) menandatangani Nota Kesepahaman / Memorandum of Undestanding (MoU) di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005. 

Syeh mulyadi SH sekjen Barisan Muda Partai Aceh (BM PA) Aceh Tengah mengatakan, "bahwa Perlu kita ingat kembali Pemberontakan di Aceh yang dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia antara tahun 1976 hingga tahun 2005 masa kelam yang banyak mengorbankan harta nyawa hingga mental kita sebagai manusia, sehingga masa kelam itu menjadi terang ketika gempa bumi Samudra Hindia 2004 menyebabkan diadakannya persetujuan perdamaian dan berakhirnya pemberontakan" ungkap Syeh kepada Media GEMARNEWS.COM 01/04/2021.


Syeh menjelaskan "Sejarah panjang hubungan Jakarta dan Aceh yang berada pada titik konflik, menjadikan penandatangan Nota Ksepahaman itu menjadi sangat berarti apabila kita pahami MoU tersebut terdapat beberapa poin-poin penting salah satunya adalah dalam konteks pemenuhan hak sipil dan politik tersebut MoU juga menyetujui agar ditumbuhkan partai politik lokal di Aceh" jelas Syeh.

Pada tanggal 6-7 April 2008 diadakan rapat antara Republik Indonesia (RI) dan GAM di Jakarta. Kemudian pada tanggal 8 April 2008 Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dengan  Malek Mahmud membuat kepastian hukum untuk berdirinya PA/Partai Aceh .

Syeh menambahkan "salah satu tujuan PA yang tercantum dalam AD/ART tertera sebagai berikut: Pasal 4 ayat (1) menyatakan mewujudkan cita-cita rakyat Aceh demi menegakan marwah dan martabat  Bangsa Agama, dan Negara. (2) Mewujudkan cita-cita MoU Helsinki yang ditandatangani oleh GAM dan RI pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki. (3) mewujudkan kesejahteraan yang adil, makmur dan merata materiil dan spiritual bagi seluruh rakyat Aceh. (4) mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan berdemokrasi, yang menjunjung tinggi dan menghormati kebenaran, keadilan, Hukum dan Hak Asasi Manusia" Tambah Syeh.

Syeh berharap "semoga kita dapat memahami  bahwa dibentuknya Partai Aceh itu agar mewujudkan cita-cita MoU Helsinki, serta tujuan yang paling utama didirikan Partai ini adalah agar membawa kesejahteraan yang adil makmur bagi seluruh lapisan masyarakat".

"Sudah saatnya pemuda untuk tidak anti pada politik, karena semua kegiatan dan juga termasuk hidup kita tidak terlepas dari kebijakan politik. Untuk itu mari pemuda dan juga masyarakat Aceh agar tidak melihat politik dengan sebatas janji mitos yang di ungkapkan oleh pelaku politik, tapi kita harus berorganisasi berkelompok untuk menuangkan cita-cita yang kita impikan untuk kesejahteraan Aceh dengan ikut andil berperan menyikapi bahkan ikut serta berpolitik dengan sehat sehingga bisa terwujud apa yang kita inginkan untuk masa depan Aceh yang lebih baik" tutup syeh mulyadi SH. (MA)
×
Berita Terbaru Update