Notification

×

Iklan

Moderasi Beragama Sebagai Sikap Yang Menjadikan Bangsa Bersatu

Rabu, 09 Maret 2022 | 06.28 WIB Last Updated 2022-03-08T23:28:01Z
Oleh : Nurul Vizah
Mahasiswi UIN Ar - Raniry Banda Aceh


Gemarnews.com, Opini - Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keragaman, bisa dilihat dari keyakinan yang berbeda dan juga cara pandang yang memiliki karakteristik tersendiri. Semua memiliki kebebasan dalam mengekspresikan diri dengan keberagaman yang dimiliki, karena dengan berbeda kita dapat melihat pemikiran dan cara pola pikir seseorang dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut termasuk kebebasan seseorang dalam memilih suatu keyakinan. Ada enam agama yang dianut, ada banyak suku, bahasa dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dari banyaknya perbedaan yang dimiliki tentunya membuat bangsa lebih berwarna dan beragam sehingga itu terkesan menjadi indah.

Keberagaman yang dimiliki Indonesia tentunya membuat kita sebagai masyarakat bangga dengan apa yang dimiliki oleh negara ini. Keberagaman tidaklah membuat satu sama lain saling membuat kegaduhan atau kekacauan akan tetapi dengan adanya berbeda kita sebagai masyarakat saling menghargai dan menghormati dengan yang lainnya. Dengan adanya persatuan sehingga membuat negara kita semakin damai dan tentram tanpa ada issu buruk menimpa negara kita. Indonesia yang dikenal dengan pancasila membuat kita menjadikan ideologi tersebut sebagai tolak ukur dalam berbangsa dan bernegara. 

Dalam hal ini sangat diperlukan toleransi yang dijadikan indikator dalam menghadapi radikalisme agama yang dapat mengancam kehidupan beragama, cara tersebut digunakan agar bisa mengimbangi kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan memiliki kesatuan yang utuh.
Setiap individu tentunya memiliki sudut pandang tersendiri dalam berfikir, sehingga memiliki banyak pola pikir yang tentu berbeda dalam memandang sesuatu hal. Hal tersebut wajar terjadi karena semua orang dengan karakter berbeda membuat kita beragam dalam hal apapun. 

Akan tetapi sebagai warga negara Indonesia kita harus bisa mengimbangi perbedaan tersebut, menjadikan keberagaman sebagai keunikan dalam diri kita sebagai warga negara. Jangan menjadikan perbedaan tersebut masalah dan perpecahan karena berselisih paham atau memiliki pendapat yang berbeda, akan tetapi mencari jalan tengah agar semua yang dihadapi bisa terselesaikan dengan baik sehingga tidak terjadi kekacauan dalam mengekspresikan diri dengan segala pemikiran manusia yang ada. Dalam hal tersebut yang diperlukan hanya saling memahami atau mengerti satu sama lain. Walaupun begitu, perbedaan tersebut kadang juga bisa saja terjadi akibat keliru mengelola keragaman.

Selain pola pikir seseorang yang berbeda, agama yang dianut setiap individu tentunya juga berbeda. Dalam setiap agama di Indonesia juga memiliki ketentuan tersendiri dalam menjalani kehidupan, juga terdapat perbedaan dalam menafsirkan sesuatu dan bisa juga mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan sistem berpikir yang terstruktur berdasarkan agama yang dianut. Semua memiliki cara pandang yang berbeda dalam menafsirkan sesuatu, namun tentunya setiap individu mempercayai dan meyakini agamanya masing-masing dari segi apapun.
Seperti yang diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki sistem demokrasi yang serba terbuka, sehingga semua perbedaan yang terjadi itu bisa diatasi. 

Demikian juga negara kita sangat menghargai perbedaan yang menjamin kemerdekaan umat beragama untuk bisa memeluk agama mana saja sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan yang dimiliki dalam dirinya tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Semua pilihan beragama itu hanya tergantung pada pribadi seseorang dalam memandang suatu agama dengan pemahaman dan keyakinan utuh dari diri sendiri.

Dalam negara menerapkan ideologi pancasila yang sangat menganjurkan adanya kerukunan dalam umat beragama. Konflik dan berselisih paham kerap terjadi dalam masyarakat, ketidaksamaan pola pikir kadang menjadi sebuah masalah, namun kembali lagi kita tidak boleh menjadikan hal tersebut berlarut tanpa ada jalan keluar. Semua yang terjadi ada jalan tengah yang menjadi penyelesaian masalah, itu kerap harus diterapkan. 

Sekarang banyak kita temukan konflik yang berlatarkan agama, berbagai kelompok yang mempertahankan mazhabnya masing-masing. Hal tersebut bukanlah hal sepele yang harus kita remehkan tanpa ada penyelesaian di kedua belah pihak. Perlu adanya waspada bagi kita masyarakat untuk selalu berantisipasi agar tidak terjadi perpecahan dalam umat beragama. 

Selalu menerapkan sesuatu dengan pikiran yang jernih dan menyelesaikan masalah dengan tenang tanpa ada kekerasan didalamnya. Biasanya, terjadinya konflik yang berlatarkan agama itu karena ada sikap dari individu yang saling menyalahkan tafsir dan paham keagamaan, merasa benar sendiri dalam menafsirkan sesuatu, dan tidak adanya celah dalam dirinya dalam membuka diri untuk melihat tafsir lain dan perspektif keagamaan orang lain.

Dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian untuk menjalani kehidupan beragama tentunya membutuhkan solusi dan tujuan yang satu yaitu ketentraman tanpa adanya perpecahan. 

Kehidupan beragama harus mengedepankan moderasi beragama, menghargai keragaman, toleransi dan tidak ada kekerasan didalamnya. Apapun permasalahannya semua tentunya ada jalan keluarnya, tidak boleh didalam masalah tersebut mempergunakan sistem radikalisme karena itu sangat tidak dianjurkan. Radikalisme bukan menjadi penyelesaian masalah, namun sikap tersebut akan membuat permasalahan lebih rumit.

Keberagaman tidaklah bisa dihilangkan dari bangsa kita, sehingga perlunya jalan tengah yang bisa dijadikan alternatif menyelesaikannya. Ide dasar dari moderasi yaitu mencari kesamaan dan bukan mempertajam pada sebuah perbedaan, sehingga ini dianggap menjadi satu alternatif yang baik dalam menyelesaikan problematika yang terjadi. 

Setiap agama tentunya memiliki visi misi yang selalu membawa kedalam kedamaian, keselamatan dan kebaikan. Tidak ada agama yang menganjurkan untuk berbuat kejahatan sehingga warga beragama selalu berada didalam jalan yang baik dan benar. Namun tidak semua umat beragama itu selalu dalam jalan yang benar, pasti semua memiliki proses tersendiri yang terkadang keluar dari jalur ketentuan beragama.  

Sehingga sangat diperlukan moderasi beragama sebagai indikator untuk menyeimbangi adanya kesalahpahaman dan keberagaman. Pentingnya diterapkan moderasi beragama ini hanya untuk menjembatani sesuatu yang bermasalah dengan tidak menggunakan kekerasan akan tetapi menggunakan jalan tengah yang mencari kesamaan dikeduanya.

×
Berita Terbaru Update