GEMARNEWS.COM, TAKENGON– Puluhan warga yang tergabung dalam
Forum Masyarakat Ketol (FORMASKET) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRK
Aceh Tengah, Selasa (3/3/2026).
Aksi yang
dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini digelar sebagai bentuk protes atas apa yang
mereka sebut sebagai pengabaian nasib masyarakat Kecamatan Ketol, khususnya
terkait infrastruktur dan penanganan bencana alam di wilayah mereka.
Dalam
orasinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten
Aceh Tengah.
Pertama,
mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan penanganan darurat atas
bencana tanah amblas (longsor) yang terjadi di kawasan Kampung Pondok Balik,
Kecamatan Ketol.
Kedua, warga
meminta agar pembangunan jalan dan jembatan permanen yang aman dan layak segera
direalisasikan guna menjamin keselamatan serta kelancaran mobilitas warga.
Ketiga,
Pemkab diminta menyelesaikan persoalan lahan untuk relokasi pemukiman baru bagi
kampung-kampung yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol.
Keempat, warga mendesak agar pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi segera dipercepat.
Aksi
tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan DPRK Aceh Tengah, antara lain
Fitriana Mugie, Hamdan Guru Gama, Kasman, dan Fauzan Jalil. Hadir pula
perwakilan Pemerintah Daerah, di antaranya Kalak BPBD Andalika, Kepala Dinas
PUPR Pijas Pisara, serta Kepala Dinas Perkim Iwan Januari. Kehadiran para pejabat
tersebut diharapkan dapat menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah
daerah.
Hingga
berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan belum menemukan
titik terang. Mereka masih menunggu kedatangan Bupati Aceh Tengah untuk
memberikan respons langsung terhadap tuntutan yang disampaikan. (tim)
.jpeg)
