Penetapan ini merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Berdasarkan metode tersebut, Idul Fitri ditentukan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dengan mengacu pada posisi hilal (bulan sabit pertama) yang sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, sesuai parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pidie, Zulfikar Yusuf Keumala, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri akan dipusatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sigli sebagai lokasi utama bagi warga Muhammadiyah di daerah tersebut.
“Pengurus Muhammadiyah Daerah Kabupaten Pidie akan menyelenggarakan Shalat Idul Fitri di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sigli yang berada di pinggir Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di depan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli,” ujarnya, Kamis (19/03/2026).
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WIB. Bertindak sebagai khatib adalah Muharrir Asy'ari, sementara imam shalat dipercayakan kepada Muhammad Ibrahim.
Zulfikar juga mengimbau seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk memakmurkan masjid serta menjalankan sunnah-sunnah Idul Fitri, seperti mandi sebelum salat, memakai wangi-wangian bagi laki-laki, sarapan sebelum berangkat, mengenakan pakaian terbaik, memperbanyak takbir, serta menjalin silaturahmi.
Ia juga mengingatkan adanya potensi perbedaan penetapan Idul Fitri dengan pemerintah yang diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, masyarakat diimbau tetap mengedepankan sikap tasamuh (toleransi) dalam semangat ukhuwah Islamiyah.
Selain itu, karena Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan hari Jumat, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menegaskan bahwa kewajiban Shalat Jumat tetap berlaku bagi laki-laki Muslim pada siang harinya. Pungkasnya.