GEMARNEWS.COM,PIDIE JAYA – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir tahun 2025 lalu menyisakan luka mendalam bagi dunia pendidikan Islam di Aceh. Ratusan kitab suci, buku pengajian, dan perlengkapan belajar milik dayah, balai pengajian, hingga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) hanyut tersapu arus deras. 11/5/2026.
Akibat bencana tersebut, aktivitas belajar mengajar di sejumlah lembaga pendidikan Islam sempat lumpuh total. Santri kehilangan kitab pegangan, sementara para guru pengajian kesulitan melanjutkan proses pendidikan agama seperti biasa.
Melihat kondisi itu, Ustadz Azhar Kiran kembali menginisiasi aksi kemanusiaan lintas negara melalui Program Kolaborasi Remitansi Global. Program tersebut bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan ratusan kitab waqaf baru guna menghidupkan kembali kegiatan pengajian di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut didukung oleh warga Indonesia yang menetap di Uni Emirat Arab (UEA). Penyaluran dana kemanusiaan dari Timur Tengah itu dikoordinasikan melalui seorang narahubung yang akrab disapa Kakak, sahabat dari Musrifah binti Nurdin Rasyid, yang dikenal aktif membantu masyarakat Aceh saat terjadi musibah.
Tidak hanya bernilai sosial, gerakan waqaf kitab ini juga membawa misi spiritual. Seluruh pahala jariyah dari kitab-kitab yang dibaca para santri diniatkan untuk almarhum Bapak Nurdin bin Rashid dan almarhum Bapak Muslim Bin Bajuri.
Seluruh donasi yang terkumpul langsung digunakan untuk pengadaan kitab-kitab utama tanpa melalui perantara. Kitab-kitab tersebut kini siap didistribusikan ke sejumlah dayah, balai pengajian, dan TPA yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir.ujarnya.
Adapun kitab yang berhasil diadakan meliputi kitab dasar dan Al-Qur’an seperti Juz Amma, Alif Ba, dan Yasin. Untuk bidang fikih dan ibadah tersedia Matan Taqrib, Bajuri Jilid 1 dan 2, Sabilal Mubtadi, Safinatun Naja, serta Kitab Fardhuin.
Sementara untuk pembelajaran bahasa Arab dan ilmu alat disalurkan Kitab Awamel, Tasrif, Matan Bina, dan Kawakib. Selain itu juga tersedia kitab akhlak dan sejarah Islam seperti Taysirul Akhlak, Ta’lim Muta’allim, serta Riwayat Nabi.
Dalam bidang tauhid dan amalan spiritual, bantuan kitab mencakup ‘Akidatu Islamiyah, Khulasah Jilid 1 dan 2, Manhaj Abidin, hingga Dalail Khairat.
Melalui kolaborasi ini, proses distribusi bantuan dilakukan secara langsung agar kitab-kitab baru segera sampai ke tangan santri dan jamaah. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang.
Gerakan waqaf kitab tersebut dinilai bukan sekadar bantuan logistik semata, melainkan ikhtiar untuk menghidupkan kembali lentera ilmu Islam di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya yang terdampak bencana.