ACEH TIMUR -Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak masyarakat korban banjir di Aceh Timur. Ia memastikan akan kembali berangkat ke Jakarta pada November 2026 untuk mempertanyakan langsung terkait bantuan Jatah Hidup (Jadup) dan stimulan yang hingga kini belum terealisasi untuk masyarakat Aceh Timur.
Hal tersebut disampaikan Al-Farlaky di hadapan masyarakat Gampong Jawa, Idi Rayeuk, saat meresmikan mushola di Dusun Kebun Kelapa.
Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya yang dilakukannya di pusat membuahkan hasil.
"Pada bulan November 2026 saya akan berangkat lagi ke Jakarta untuk menemui Menteri Sosial dan BNPB. Mohon doanya agar Aceh Timur segera terealisasi mendapatkan bantuan untuk korban banjir," ujar Al-Farlaky.Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, perjuangan untuk mendapatkan bantuan Jadup dan stimulan bagi masyarakat terdampak banjir merupakan tanggung jawab moral sebagai kepala daerah. Ia tidak ingin masyarakat Aceh Timur terus menunggu tanpa kepastian, sementara daerah lain sudah menerima pencairan.
"Kita sudah hampir satu tahun menunggu. Saya tidak akan diam. Ini hak masyarakat kita," tegasnya.
Peresmian mushola di Dusun Kebun Kelapa tersebut turut disambut antusias warga. Selain meresmikan rumah ibadah, Bupati juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat terkait kondisi pascabanjir.
Langkah Bupati Al-Farlaky yang akan kembali melobi pemerintah pusat di Jakarta mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang berharap bantuan korban banjir segera cair
