Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam, Akibat Proyek Irigasi Paya Geurugoh

Minggu, 27 Desember 2020 | 08.32 WIB Last Updated 2020-12-27T01:39:36Z
Bireuen - Panutupan Saluran Air Oleh Rekanan untuk Pengerjaan Saluran Pembuang tak kunjung dibuka, mengakibatkan Ribuan hektar sawah Paya Geurugoh Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, Tergenang air dengan ketinggian hampir 2 meter. Ribuan Ha lahan sawah terancam Gagal Tanam Musim Gadu ujung Tahun, Sabtu (26 Desember 2020)

Geuchik (Kades) Ujong Bayu A  Majid di depan awak media di saat di wawancara aplikasi menyampaikan, Penutupan Sementara Arus Air di desanya bertujuan untuk Proses pengerjaan saluran pembuang yang sedang dikerjakan oleh Pemkab Bireuen program Dinas PUPR APBK (DOKA) melalui Kontraktor Daerah PT. MENARA SURIYA SHAKTI. Penutupan dilakukan oleh Pihak Rekanan (Kontraktor) yang sedang mengerjakan Saluaran tersebut.

Saluran ini dimulai dari desa kami (Ujong Bayu) melintasi sepanjang areal persawahan yang turut disertai jalan terobosan di sepanjang saluran tersebut. Saluran yang dimaksud menjadi akses buangan Debit air berlebihan dari Paya Geurugoh mulai dar Tanjong Mesjid ke Ujong Bayu, selanjutnya Cot Pupuk, Keude Geureugok (Gandapura), Keudee Lapang, Lingka Kuta hingga Alue Mangki seterusnya menuju Laut, kata Geuchik dilokasi pengerjaan saluran, Jumat (25/12)

Sekdes Tanjong Raya Muzakkir kepada aqak Media menjelaskan, Areal Blang (sawah) Paya Geurugoh Sebelumnya berupa sebuah Payau yang kemudiannya dijadikan Sawah Masyarakat. Payau tersebut dikelilingi lebih kurangnya sejumlah 7 Desa diantaranya, Gampong (Desa) Tanjong Bungong
Pulo Gisa, Cot Rambat, Tanjong Mesjid, Blang Kubu, Tanjong Raya dan Gampong Mon Jeureujak,

Dari keseluruhan areal paya Geurugoh tersebut, seluas 100 Ha lahan masuk kedalam peta Gampong Tanjong Raya dan merupakan desa yang terluas lahan dibandingkan dengan keluasan sawah dari desa lainnya. Dampak dari penutupan arus Air untuk pengerjaan Saluran Pembuang oleh PT. MENARA SURIYA SHAKTI mengakibatkan lokasi persawahan karam digenangai air setinggi hampir mencapai ketinggian 2 Meter, kata Sekdes Tanjong Raya.

Mahyudanil (38) warga Gampong Cot Rambat mengatakan, akibat dari genangan air yang menyerupai lautan persawahan Paya Geureugoh, besar kemungkinan kami dari para petani tidak dapat melakukan persiapan apapun pada Musim Gadu tahun ini. Pada dasarnya mayoritas masyarakat desa kami mata pencariannya sebagai petani sawah, dengan kondisi seperti ini bisa saja kami terancam gagal tanam musim pada musim Gadu, ujar Mahyu terkesan kecewa.

Jika pengerjaan saluran pebuang tersebut tidak dapat dituntaskan hingga akhir tahun 2020, seluruh masyarakat petani areal sawah Paya Geurugoh berhadapan dengan gagal tanam pada Musim Gadu yang sangat dinantukan. Sangat disayangkan apabila hal ini sempat terjadi, ribuan masyarakat yang bergantung sumber ekonomi di areal tersebut, ujar Mahyu penuh kecewa.

Begitu juga yang di utarakan oleh Darwani warga Gampong Cot Rambat, tipis sekali harapan kami para petani untuk dapat menanam padi pada musim Gadu tahun ini. Genangan air di areal sawah masih seperti laut, kehadiran pemerintah 
untuk segera menindak lanjuti Permasahan air yang tergenang di Paya Geureugoh, Seakan bermimpi," sebut Ibu Darwani yang juga di Aminin Muhammad Diah warga setempat.(*)
×
Berita Terbaru Update