Notification

×

Iklan

Iklan

Menyikapi Problema Sampah Plastik di Lingkungan Kita

Kamis, 04 Februari 2021 | 18.27 WIB Last Updated 2021-05-19T09:16:21Z

Dok.foto Penulis Sophia 

Melihat kondisi kesehatan bumi yang semakin hari semakin menurun dan juga permasalahan terus bermunculan dari berbagai aspek seperti permasalahan lingkungan hidup yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia membuat hati kita miris. Masalah lingkungan yang berdampak terhadap alam sekitar selalu menjadi kekhawatiran tersendiri, sebab alam merupakan sumber kehidupan terbesar bagi manusia. Masalah lingkungan seperti polusi, perubahan iklim, menipisnya sumber daya alam, pembuangan limbah dan pencemaran menjadi permasalahan yang membutuhkan penyelesaian. 
Masalah lingkungan tersebut dapat terjadi karena beberapa sebab diantaranya ialah sampah plastik. Sampah plastik kerap menjadi sorotan dan merupakan problema usang dalam masyarakat karena penggunaannya yang tidak ramah lingkungan, hal ini mengakibatkan terjadinya pencemaran. 
Beberapa Pencemaran

Berikut merupakanpencemaran yang disebabkan oleh plastik. Pertama, Pencemaran air . Air merupakan sumber kehidupan yang sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia. Namun, keberadaan air saat ini sedang terancam karena ulah manusia yang menyebabkan terjadinya permasalahan serius yaitu pencemaran air. Pencemaran air merupakan pencemaran badan air yang disebabkan oleh aktivitas manusia (kompas), seperti membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan sungai dan tersumbatnya aliran air. Hal ini berisiko terjadinya banjir, kerusakan ekosistem dan timbulnya banyak penyakit.

Kedua,  Pencemaran tanah. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami (Wikipedia). Pencemaran tanah sering terjadi karena plastik yang menyebabkan susahnya penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi kesuburan tanah. Akibat lain yang timbul yaitu kurangnya nutrisi pada tumbuhan yang berakibat gagal panen.

Ketiga, Pencemaran udara. Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Akibat dari pencemaran udara yaitu memicu terjadinya gangguan pernafasan seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara adalahsampah plastik yang menimbulkan bau tidak sedap, udara kotor dan banyak lalat di sekitar sampah sehingga membuat lingkungan menjadi kotor dan mudah terserang penyakit.

Mengapa plastik dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan? Karena plastik merupakan jenis sampah anorganik yang tidak mudah terurai dalam waktu yang singkat,sampah plastik sendiri dihasilkan dari barang bekas yang material diproduksi dari bahan kimia tak terbarukan dan didalam plastik mengandung “Polychlorinated Biphenyl“yangmerupakan senyawa klorin organik. Senyawa ini mengakibatkan plastik  susah terurai meskipun termakan oleh hewan dan berisiko terjadinya suatu racun berantai yang sesuai dengan urutan ekosistem, sehingga tidak menutup kemungkinan kita juga ikut teracuni karena kita berada didalam rantai makanan tersebut, hal ini menjadi kekhawatiran bagi kita sebagai manusia agar selalu menjaga kesehatan (medium.com). 

Belakangan ini sampah plastik semakin banyak karena kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Tidak hanya di darat, bahkan lautan pun sudah dipenuhi oleh plastik sehingga membahayakan hewan laut dan ekositem.
Data Penghasil Sampah Plastik di Dunia

“Plastik Waste Inputs From Land Into The Ocean” adalah judul jurnal yang mengeluarkan hasil riset Grub Penelitian Jambeck tentang fakta sampah plastik di laut. Menurut data dari jurnal tersebut, China mendapat posisi pertama yang menghasilkan jumlah plastik terbesar di laut, yaitu 265,9 juta ton sampah. Penyumbang sampah  plastik pada posisi kedua menurut data tersebut yaitu Indonesia dengan jumlah (187,2 ton). Selanjutnya ada Filipina (83,4 juta ton), Vietnam (55,9 juta ton), dan Sri Lanka (14,6 juta ton). Banyaknya sampah plastik yang dibuang ke laut menyebabkan ikan-ikan di laut mati karena terperangkap di dalam plastik,bahkan banyak hewan laut yang memakan plastik karena dianggap sebagai makanan sehingga mereka mati karena tidak mampu mencernanya. World Ekonomic Forum melansir fakta tentang sampah plastik di laut. Pada tahun 2016 lalu, ada lebih dari 150 juta ton plastik di perairan bumi dan setiap tahunnya jumlah sampah plasik itu akan bertambah sekitar 8 juta ton (dbs.com). 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (United Nasional Convention On Biological Diversity) sampah-sampah ini terus membunuh makhluk hidup di laut dan membahayakan lebih dari 800 spesies seperti pada tahun 2016 lalu. Kemudian pada tahun 2017 di New York, Konferensi Laut PBB memperbarui data dari 800 spesies tersebut, 40% adalah mamalia laut dan 44% adalah spesies burung laut.Pada konferensi itu juga disebutkan bahwa limbah plastik di lautan telah membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya (dbs.com). 

Bayangkan bagaimana keadaan bumi kedepannya, apabila sampah plastik semakin bertambah setiap harinya. 

Plastik tidak hanya berdampak negatif bagi lingkungan, kesehatan pun juga ikut terancam karena banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan. 

Sampah yang dibuang sembarangan bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri dan tempat parasit tumbuh subur, sehingga menjadi sarang penyakit yang menular bagi manusia baik itu secara langsung atau tidak langsung. Penularan secara lansung bisa terjadi ketika tangan atau anggota tubuh manusia bersentuhan dengan sampah tersebut. Bakteri yang ada pada  sampah akan berpindah ke tubuh dan menyebabkan penyakit. 

Sementara penularan secara tidak langsung bisa terjadi melalui hewan seperti kecoa, lalat, nyamuk dan tikus. Hewan ini bisa menjadi alat transportasi bagi bakteri dan virus untuk masuk ke tubuh manusia, contohnya nyamuk yang membawa virus dengue dan menularkannya dari satu orang ke orang lain.(tempo.com) Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada sampah plastik tersebut seperti demam berdarah,keracunan makanan,cacingan,infeksi kulit dan lebih parahnya lagi bisa menyebabkan hepatitis A. Apabila sampah plastik terus bertambah maka kondisi kesehatan semakin mengkhawatirkan.

Solusi Problema Sampah

Sampah plastik tentu saja sangat sulit untuk dihilangkan, ditambah lagi perlengkapan rumah tangga yang sebagian besar terbuat dari bahan plastik, sehingga membuat kita semakin ketergantungan terhadap plastik. 

Meskipun demikian, kita harus berupaya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, seperti memulai kebiasaan baru untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk seperti sampah sisa dapur dan makanan, sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang dihasilkan dari proses teknologi, seperti logam,plastik,kaleng dan sebagainya. Kebiasan ini dilakukan untuk membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya, tetapi masyarakat Indonesia masih sangat sulit untuk menerapkan kebiasaan ini, karena kurangnya kesadaran dalam diri untuk menjaga lingkungan. Manfaat dari melakukan kebiasaan memilah sampah ini adalah untuk mengurangi penumpukan sampah, dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta mempermudah proses daur ulang.
Daur ulang merupakan upaya untuk mengelola dan menggunakan plastik bekas agar dapat digunakan kembali atau diolah memjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan (Wikipedia). Daur ulangsangat bermanfaat untuk mengurangi polusi udara, mengatasi pencemaran lingkungan dan menjadi lapangan kerja baru untuk masyarakat yang pengangguran. 

Tetapi sayangnya, tingkat daur ulang sampah di Indonesia sangat rendah sehingga masih banyak sampah yang berserakan, hal ini terjadi karena penyerapan sampah plastik pasca konsumsi sangat besar  dibandingkan dengan kapasitas daur ulang plastik. Meskipun begitu, pemerintah tidak kehabisan cara untuk mengurangi penggunaan sampah, seperti membuat bank sampah. Bank sampah merupakan suatu tempat untuk mengumpulkan sampah-sampah yang sudah dipilah. Tujuan pembuatan bank sampah ini untuk membantu menangani pengolahan sampah. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya (Wikipedia).

Upaya penanggulangan yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dengan mulai membiasakan diri untukmembawa botol minum ketika berpergian, sehingga kita tidak perlu membeli botol air kemasan, serta dapat mengurangi penggunaan sedotan plastik. 

Membawa tas belanjaan dari rumah merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Mulailah menciptakan kebiasaan hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri dan mengkonsumsi makanan yang sehat karena kesehatan merupakan hal yang paling berharga dalam kehidupan.

Tidak hanya kesehatan diri, kebersihan lingkungan juga perlu dijaga agar mendapatkan kehidupan yang nyaman, seperti membuang sampah pada tempatnya, membuang air yang menggenang dan tidak melakukan pencemaran terhadap lingkungan. Oleh karena itu, jagalah kesehatan diri dan lingkungan hidup agar lingkungan sekitar kita terhindar dari berbagai pencemaran dan mulailah menerapkan pola kehidupan yang sehat dengan membuang sampah pada tempatnya karena satu sampah yang kita buang pada tempatnya, akan menyelamatkan seluruh alam semesta.

Penulis : 
Siswa kelas 12 sekolah Sukma Bangsa Pidie 
wakil ketua OSIS periode 2019-2020
×
Berita Terbaru Update